RADIASI NONIONIZING
Karakteristik
dan Jenis Radiasi Non-Ionizing
Radiasi non-pengion adalah radiasi yang
tidak dapat menimbulkan ionisasi. Termasuk ke dalam radiasi non-pengion adalah
gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak dan
ultraviolet. Radiasi non ionisasi adalah radiasi dengan energi yang cukup
untuk mengeluarkan elektron atau molekul tetapi energi tersebut tidak cukup
untuk membentuk /membuat formasi ion baru.
Radiasi non pengion dapat didefinisikan
sebagai penyebaran atau emisi energi yang bila melalui suatu media dan terjadi
proses penyerapan, berkas energi radiasi tersebut tidak akan mampu menginduksi
terjadinya proses ionisasi dalam media tersebut. Istilah radiasi non pengion
secara fisika mengacu pada radiasi elektromagnetik dengan energi lebih kecil
dari 10 eV.
Seperti namanya, radiasi non pengion
tidak mengionisasi (memecah ion-ion) atom, sehingga dampaknya pun tidak terlalu
luas. Radiasi non pengion biasanya memiliki memiliki energi yang hanya bisa
mengubah struktur atom, tanpa mengionisasinya.
Jenis- jenis radiasi yang termasuk dari
radiasi non-ionizing yaitu:
Gelombang Radio
Gelombang Radio
Gelombang radio digunakan sebagai alat komunikasi yang
memiliki daerah frekuensi antara 104 sampai
107 Hertz. Gelombang tersebut digunakan sebagai pembawa informasi dari suatu
tempat ke tempat lain yang berjauhan, karena memiliki sifat mudah dipantulkan
oleh lapisan ionosfer bumi. Gelombang radio dapat dihasilkan oleh rangkaian
elektronika yang disebut osilator.
Gelombang radio ini dipancarkan dari antena dan diterima oleh antenna pula.
Luas daerah yang hendak dicakup dan panjang gelombang yang akan dihasilkan
dapat ditentukan dengan tinggi rendahnya antenna. Kita tidak dapat mendengar
gelombang radio secara langsung, tetapi radio penerima akan mengubah terlebih
dahulu energy gelombang ini menjadi energi bunyi.
Gelombang Mikro
Gelombang Mikro
Rentang frekuensi
gelombang mikro membentang dari 3 GHz hingga 300 GHz. Frekuensi sebesar ini
dihasilkan dari rangkaian osilator pada alat-alat elektronik. Gelombang mikro
dapat diserap oleh suatu benda dan menimbulkan efek pemanasan pada benda
tersebut. Sebuah sistem pemanas berbasis microwave dapat memanfaatkan gejala
ini untuk memasak benda. Sistem semacam ini digunakan dalam oven microwave yang
dapat mematangkan makanan di dalamnya secara merata dan dalam waktu singkat
(cepat).
Dalam suatu sistem
radar, gelombang mikro dipancarkan terus menerus ke segala arah oleh pemancar.
Jika ada objek yang terkena gelombang ini, sinyal akan dipantulkan oleh objek
dan diterima kembali oleh penerima. Sinyal pantulan ini akan memberikan
informasi bahwa ada objek yang dekat yang akan ditampilkan oleh layar radar.
Sinar Inframerah
Sinar Inframerah
Sinar inframerah termasuk dalam gelombang
elektromagnetik dan berada dalam rentang frekuensi 300 GHz sampai 40.000 GHz
(10 pangkat 13). Sinar inframerah dihasilkan oleh proses di dalam molekul dan
benda panas. Telah lama diketahui bahwa benda panas akibat aktivitas (getaran)
atomik dan molekuler di dalamnya dianggap memancarkan gelombang panas dalam
bentuk sinar inframerah. Oleh karena itu, sinar inframerah sering disebut
radiasi panas.
Radiasi sinar infra merah ini tidak bisa dilihat langsung oleh mata manusia, sinar ini juga tidak tembus pandang jika menembus materi yang tidak tembus. Panjang gelombang sinar infra merah ini berbanding terbalik dengan suhu. Ketika panjang gelombang mengalami penurunan maka suhu akan mengalami kenaikan.
Dalam rentang spektrum gelombang elektromagnetik,
cahaya atau sinar tampak hanya menempati pita sempit di atas sinar inframerah.
Spektrum frekuensi sinar tampak berisi frekuensi dimana mata manusia peka
terhadapnya. Frekuensi sinar tampak membentang antara 40.000 dan 80.000 GHz (10
pangkat 13) atau bersesuaian dengan panjang gelombang antara 380 dan 780 nm (10
pangkat -9). Cahaya yang kita rasakan sehari-hari berada dalam rentang
frekuensi ini. Cahaya juga dihasilkan melalui proses dalam skala atom dan
molekul berupa pengaturan internal dalam konfigurasi elektron.
Sinar UV
Sinar UV
Sinar Ultra Violet merupakan
gelombang elektromagnetik yang mempunyai frekuensi antara 1015 Hz sampai dengan 1016 Hz. Panjang gelombangnya antara 10 nm sampai
100 nm. Sinar ultraviolet dihasilkan dari atom dan molekul dalam nyala listrik.
Sinar ini juga dapat dihasilkan dari reaksi sinar matahari.
Pada
intinya radiasi tidak bisa dilihat oleh indra manusia sehingga untuk
mendeteksinya memperlukan alat pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi
untuk membantu pendeteksian. Terdapat banyak jenis alat buat pendeteksi yang
spesifik dan kemampuan untuk menemukan keberadaan jenis radiasi tertentu yaitu
detektor alpha, detektor beta, detektor gamma. Radiasi bisa berinteraksi dengan
berbagai materi yang dilaluinya melalui proses ionisas dan eksitasi.
Sumber
Radiasi Non-Ionizing
Pada umumnya, sumber radiasi ionizing
dan non-ionizing dikategorikan menjadi dua yaitu yang pertama adalah radiasi
dari alam dan radiasi buatan.
Radiasi dari Alam
Radiasi dari Alam
·
Sinar kosmik adalah
radiasi dari partikel bermuatan berenergi tinggi yang berasal dari luar
atmosfer Bumi.Sinar kosmos/kosmik banyak ditemukan berasal dari
luar angkasa, sebagian berasal dari ruang matahari dan antar bintang. Sinar kosmik
dapat berupa elektron, proton dan bahkan inti atom seperti besi atau yang lebih
berat lagi. Kebanyakan partikel-partikel tersebut berasal dari proses-proses
energi tinggi di dalam galaksi, misalnya seperti supernova. Dalam
perjalanannya, sinar kosmik berinteraksi dengan medium antarbintang dan
kemudian atmosfer bumi sebelum mencapai detektor. Hampir 90% sinar kosmik yang
tiba di permukaan Bumi adalah proton, sekitar 9% partikel alfa dan 1% elektron.
·
Thorium dan radon berbentuk gas dan
merembes dari dalam bumi yang secara natural dipancarkan oleh radionuklida di
dalam kerak bumi dengan waktu jarak waktu antara milyaran tahun dan kemudian
bercampur dengan udara bebas. Radiasi letaknya berbeda-beda tergantung pada
konsentrasi sumber radiasi yang ada di dalam kerak bumi.
Radiasi buatan
Radiasi buatan
Radiasi buatan adalah radiasi yang diciptakan dari
kegiatan manusia seperti penyinaran di bidang medis, radiasi yang didapat di
fasilitas nuklir, radiasi yang berasal dari kegiatan di industri.
Contohnya reaktor nuklir yang mekanisme kerjanya
sebagai pembelahan inti. Dari mekanisme proses tersebut terlihat bahwa setiap
reaksi pembelahan akan menghasilkan lebih dari satu neutron baru atau akan
terjadi multiplikasi neutron yang bisa melakukan pembelahan selanjutnya jika di
sekitarnya ada inti yang dapat membelah yang lain. Mekanisme ini akan
berlangsung terus menerus yang disebut proses reaksi berantai. Di dalam reaktor
nuklir proses pembelahan ini tidak akan dibiarkan berlangsung secara bebas
tetapi harus tetap dikendalikan karena berbahaya.
Dampak
Kesehatan dan Lingkungan oleh Radiasi Non-Ionizing
a) Dampak
Kesehatan
Efek biologik radiasi non pengion akan
dibedakan atas efek akibat radiasi optik yang meliputi radiasi ultraviolet (100
– 400 nm), radiasi tampak/cahaya (400 – 770 nm) dan radiasi infra merah ( 770
nm - 1 mm) dan efek medan radiofrekuensi elektromagnetik yang meliputi
gelombang mikro (1 mm – 30 cm), gelombang frekuensi tinggi (30 cm – 100 km) dan
gelombang frekuensi rendah ( > 100 km).
Radiasi UV pendek (< 220 nm) diserap
oleh oksigen pada lapisan terluar atmosfer yang kemudian membentuk lapisan ozon
yang berfungsi sebagai filter atau pelindung terhadap radiasi UV dengan panjang
gelombang < 310 nm. Dengan demikian radiasi lainnya yang dapat menembus
lapisan ozon yang akan menimbulkan efek bagi manusia. Tetapi semakin
berkurangnya lapisan ozon sebagai akibat dari pelepasan chlorofluorocarbon ke atmosfer
menyebabkan tingkat kerusakan akibat pajanan radiasi UV semakin besar
1. Radiasi
optik
Berdasarkan panjang gelombang, radiasi
UV dibagi atas UV-C (100 - 280 nm), UV-B (280 - 315 nm) dan UV-A (315 - 400
nm), sedangkan radiasi infra merah dibagi atas IR-A (770 nm -1,4µm), IR-B (1,4
– 3 µm) dan IR-C (3 µm – 1 mm). Efek yang ditimbulkan akibat pajanan radiasi
optik pada tubuh sangat bergantung pada panjang gelombang yang berhubungan
dengan daya tembus atau penetrasi radiasi optik pada jaringan tubuh. Sasaran
utama dari pajanan pada tubuh adalah kulit dan mata.
a. Efek
radiasi optik pada kulit
Mekanisme yang dominan dari efek pajanan
radiasi pada kulit adalah reaksi fotokimia. Efek dari pajanan kronik radiasi UV
lebih serius dari pada pajanan akut. Pajanan kronik pada kulit menyebabkan
perubahan yangsangat bervariasi dalam struktur dan komposisi kulit, yang
mengarah pada hilangnya sifat elastisitas (elastosis), dilasi pembuluh darah,
dan penebalan kulit (keratosis). Efek kronik yang paling penting adalah risiko
kanker kulit khusus.
b. Efek
radiasi optik pada mata
1) Photokeratoconjunctivitis/welder’s
flash/ snow blindness yaitu reaksi peradangan akut pada kornea dan conjunctiva
mata sebagai akibat pajanan radiasi pada panjang gelombang 200 – 400 nm (UV-C,
UV-B dan UV-A). Ini merupakan kerusakan akibat reaksi fotokimia pada kornea
(fotokeratitis) dan konjunctiva (fotokonjunctiva) yang timbul beberapa jam
setelah pajanan akut dan umumnya berlangsung hanya 24 – 48 jam.
2) Pterygium
dan droplet keratopathy adalah patologis pada kornea yang berhubungan dengan
mata yang umum dijumpai pada lingkungan pulau yang kaya akan pajanan radiasi UV
kronik (pajanan sepanjang hidup). Pterygium atau penebalan conjuctiva sebagai
hasil dari pertumbuhan jaringan lemak diatas kornea, sedangkan droplet
keratopathy adalahdegenerasi lapisan ikat/fibrous pada kornea dengan
droplet-shaped deposit.
3) Kataraktogenesis
atau proses pembentukan katarak. Telah diduga radiasi UV pada panjang gelombang
290 – 320 nm menyebabkan katarak
2. Radiasi
Radiofrekuensi
a. Gelombang
mikro
Efek kesehatan pada umumnya sebagai
akibat dari panas yang timbul pada saat terjadi interaksi antara energi
gelombang mikro dengan materi biologik. Efek biologik yang terjadi karena
pemanasan disebut efek termal dan yang terjadi bukan karena proses pemanasan
disebut efek non termal. Efek yang berbahaya akibat pajanan microwave adalah
efek termal atau hipertermia yang terutama merusak mata dan testis. Kedua
jaringan relatif sangat sensitf terhadap kenaikan suhu jaringan.
b. Gelombang
radiofrekuensi
Radiasi RF tidak bisa mengionisasi
molekul pada jaringan secara biologi karena kuantum energinya hanya 4 meV pada
1 THz, sementara itu energi minimal untuk mengionisasi molekul tersebut sekitar
12 eV. Berdasarkan informasi dan pemahaman sekarang, radiasi RF tidak bisa
menyebabkan mutasi contohnya kanker. Meskipun begitu radiasi RF dapat memiliki
resiko yang disebut dengan resiko termal.
Efek biologis radiasi RF sudah
dipelajari melalui percobaan dengan hewan dan model, serta melalui penelitian
epidemologi. Efek radiasinya dapat dibagi kedalam dua golongan yaitu efek
thermal dan non thermal. Efek biologis yang dihasilkan oleh pemanasan jaringan
oleh energi RF selalu menunjuk pada efek thermal. Hal ini sudah diketahui
selama beberapa tahun bahwa pembukaan tingkatan-tingkatan tinggi dari radiasi
RF bisa berbahaya karena berkaitan dengan energi RF untuk memanaskan jaringan
biologi secara cepat. Efek thermal yang diamati dengan teliti adalah skatarak,
kenaikan suhu jaringan dan luka bakar.
b) Dampak
Lingkungan
Bumi memiliki medan magnet bumi yang
disebut sebagai medan statis sebesar lebih kurang 40 µT yang permanen dan
sedikit perubahannya terhadap waktu. Sedangkan pada permukaan bumi terdapat
pula medan listrik statis sebesar 0,5 kV/m sewaktu cuaca cerah dan dapat
mencapai 30 kV/m pada kondisi badai petir.
Berperannya teknik elektro dalam
kehidupan manusia dan lingkungan kerja selain medan elektromagnetik natural,
medan elektromagnetik artificial dengan berbagai frekuensi dan amplitudonya
memberikan pembebanan terhadap lingkungan hidup manusia.
Dampak SUTET pada lingkungan. Radiasi medan listrik dan medan magnet
yang dihasilkan oleh SUTET bisa digolongkan sebagai radiasi non pengion.
Istilah fisika radiasi non-pengion mengacu pada radiasi elektromagnetik dengan
energi lebih dari 10 elektron volt (eV) yang antara lain meliputi: sinar ultra violet, cahaya tampak,
infra merah, gelombang micro, ultra sound dan radio frekwensi elektromagnetik.
Ini artinya, bukan hanya tegangan ekstra tinggi saja yang dapat menghasilkan
radiasi elektromagnetik. Barang-barang yang biasa kita pakai sehari-hari juga
mengandung potensi serupa. Sebut saja alat-alat elektronik untuk rumah tangga
seperti: setrika, mixer, microvave oven, radio, televisi/video compacte disk
(VCD) player. Alat komunikasi seperti: telepon genggam (hand phone), single
side band (SSB). Alat untuk perkantoran seperti: komputer, printer dan
mesin-mesin hitung. Alat untuk bidang penelitian seperti: spektrofotometer,
spektrometer, serapan atom dan pompa vakum. Alat yang digunakan untuk industri
seperti: kompresor, injection moulding dan lain sebagainya.
Medan listrik yang berada
dibawah jaringan SUTET dapat menimbulkan beberapa gejala seperti menimbulkan
bunyi mendesis akibat ionisasi pada permukaan penghantar (konduktor) yang
kadang disertai dengan cahaya keunguan, bulu/rambut badan akan berdiri pada
bagian yang terpajan akibat gaya tarik medan listrik yang kecil, lampu neon dan
tes pen dapat menyala dengan kondisi redup akibat mudahnya gas neon pada lampu
neon dan tes pen terionisasi, kejutan lemah pada sentuhan pertama benda-benda
yang mudah menghantar listrik (seperti pada atap seng, kawat jemuran, pagar
besi dan badan mobil).
Pemanfaatan Radiasi Non-Ionizing dalam Perkembangan Teknologi
a) Gelombang
Radio
·
Gelombang radio (MF dan HF)
Gelombang radio (MF dan HF)
digunakan untuk komunikasi radio (memanfaatkan sifat gelombang MF dan HF
yang dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer, hingga dapat mencapai tempat yang
jauh).
·
Gelombang radio (UHF dan VHF)
Gelombang radio
(UHF dan VHF) untuk komunikasi satelit (memanfaatkan sifat gelombang UHF
dan VHF yang dapat menembus lapisan atmosfer (ionosfer), hingga dapat mencapai
satelit).
b)
Gelombang
Mikro
· Untuk
pemanas microwave
Jika
gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka akan muncul efek pemanasan pada
benda itu. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, maka makanan menjadi
panas dalam selang waktu yang sangat singkat. Proses inilah yang dimanfaatkan
dalam microwave oven untuk memasak makanan dengan cepat dan ekonomis.
·
Untuk komunikasi RADAR (Radio Detection and Ranging)
yaitu diaplikasikan untuk mendeteksi suatu objek, memandu pendaratan pesawat
terbang, membantu pengamatan di kapal laut dan pesawat terbang pada malam hari
atau cuaca kabut, serta untuk menentukan arah dan posisi yang tepat.
·
Untuk menganalisa struktur atomik dan molekul
·
Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut
·
Digunakan pada rangkaian Televisi
c)
Sinar Inframerah
Adapun
kegunaannya dari Infra Merah:
·
Dalam bidang kesehatan:
a. Meningkatkan
metabolisme tubuh, yang mana dengan begitu dapat mengurangi beban liver dan
ginjal.
b. Mengaktifkan
molekul air yang terdapat dalam tubuh, sehingga apabila molekul yang ada dalam
tubuh pecah maka akan ada molekul tunggal yang akan meningkatkan cairan tubuh.
c. Mengembangkan
Ph dalam tubuh, yang mana dapat membersihkan darah. Juga dapat mencegah
terjadinya rematik yang dikarenakan oleh tingkat asam urat yang tinggi.
d. Meningkatkan
sirkulasi mikro, serta dapat memperbaiki sirkulasi darah serta mengurangi
tekanan jantung yang berlebih.
e. Infra
Merah jarak jauh dapat digunakan untuk alat kesehatan, yang mana dapat
memberikan informasi tentang kondisi tubuh yang sebenarnya.
f. Dapat
digunakan untuk mengetahui suhu tubuh
g. Untuk
terapi fisik, menyembuhkan penyakit cacar dan encok
h. Untuk
fotografi diagnosa penyakit
·
Dalam bidang komunikasi
a. Terdapat
system sensor Iinfra Merah yang dapat digunakan untuk menghubungkan dua
perangkat. Yang mana sinar Infra Merah merespon Infra Merah yang dikirimkan
melalui pemancar.
b. Terdapat
kamera yang tembus pandang dengan menggunakan Infra Merah. Yang mana sinar
Infra Merah memang tidak dapat ditangkap dengan mata telanjang, namun dengan
menggunakan kamera digital atau hendycam sinar Infra Merah dapat tertangkap.
Dengan begitu kamera digital dan hendycam akan meningkat.
c. Untuk
pencitraan pandangan seperti nightscoop.
d. Dapat
digunakan sebagai alat komunikasi, yang mana jarak maximum adalah 10 meter dan
tidak ada penghalangnya.
e. Sebagai
salah satu standardisasi komunikasi tanpa kabel.
·
Dalam bidang Industri
a. Lampu
Infra Merah, Merupakan lampu pijar yang kawat pijarnya bersuhu di atas ±2500°K.
b. Pemanasan
Infra Merah, Merupakan suatu kondisi ketika energi infra merah menyerang sebuah
objek dengan kekuatan energi elektromagnetik yang dipancarkan di atas -273 °C
(0°K dalam suhu mutlak).
·
Dalam bidang Keruangan
Infra
merah yang dipancarakan dalam bentuk sinar infra merah terhadap suatu objek,
dapat menghasilkan foto infra merah. Foto infra merah yang bekerja berdasarkan
pancaran panas suatu objek dapat digunakan untuk membuat lukisan panas dari
suatu daerah atau objek. Hasil lukisan panas dapat menggambarkan daerah mana
yang panas dan tidak. Suatu lukisan panas dari suatu gedung dapat digunakan
untuk mengetahui dari zona bagian mana dari gedung itu yang menghasilkan panas
berlebihan sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
·
Dalam bidang Militer
Dibuat teleskop inframerah yang
digunakan melihat di tempat yang gelap atau berkabut. Sinar infra merah
dibidang militer dimanfaatkan satelit untuk memotret permukaan bumi meskipun
terhalang oleh kabut atau awan.
Manfaat
lain:
- Untuk
fotografi pemetaan sumber daya alam, mendeteksi tanaman yang tumbuh di bumi
dengan detail
- Mengeringkan
cat kendaraan dengan cepat pada industri otomotif
d) Cahaya
tampak
·
Membantu penglihatan mata manusia
·
Salah satu aplikasi dari sinar tampak adalah
penggunaan sinar laser dalam serat optik pada bidang telekomunikasi.
e) Sinar
Ultraviolet
·
Untuk proses fotosintesis pada tumbuhan
·
Membantu pembentukan vitamin D pada tubuh manusia
·
Dengan peralatan khusus dapat digunakan untuk membunuh
kuman penyakit, menyucihamakan ruangan operasi rumah sakit berikut
instrumen-instrumen pembedahan
·
Untuk memeriksa keaslian tanda tangan di bank-bank.