kalo kurang jelas bisa komen dibawah. okeeh :)
Semangatss.. semoga bermanfaat bagi kalian XD
Radiasi ionisasi
Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan
setiap proses di mana energi bergerak
melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Radiasi
dapat didefinisikan suatu proses dimana energi dilepaskan oleh atom-atom.
Radiasi selalu menjadi faktor penting di dalam lingkungan makhluk hidup,
seperti penggunaan reaktor inti dan kemajuan dalam bidang radiologi.
Sifat-sifat radiasi:
Ada dua macam sifat radiasi yang
dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan sumber radiasi pada suatu tempat
atau bahan, yaitu sebagai berikut:
a) Radiasi
tidak dapat dideteksi oleh indera manusia, sehingga untuk mengenalinya
diperlukan suatu alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi.
Ada beberapa jenis detektor yang secara spesifik mempunyai kemampuan untuk
melacak keberadaan jenis radiasi tertentu yaitu detektor alpha, detektor gamma,
detektor neutron, dll.
b) Radiasi
dapat berinteraksi dengan materi yang dilaluinya melalui proses ionisasi,
eksitasi dan lain-lain.
Ionisasi ialah pembentukan sepasang
ion-ion positif dan ion negatif. Pada proses ionisasi dalam jaringan tubuh
terjadi kelainan atau kerusakan pada sel-sel dan jaringan yang dinamakan efek
biologi. Ionisasi diudara dipakai sebagai dasar sistem pengukuran dosis
radiasi. Suatu radiasi yang bisa menghasilkan pasangan ion di dalam suatu bahan
medium dinaakan radiasi ionisasi. Sedangkan radiasi yang tidak bisa
menghasilkan ion di dalam suatu medium dinamakan radiasi non ionisasi.
Radiasi ionizing atau radiasi pengion adalah radiasi yang apabila
menumbuk atau menabrak sesuatu, akan muncul partikel bermuatan listrik yang
disebut ion. Ion ini kemudian akan menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan,
termasuk benda hidup. Radiasi pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi
nuklir. Yang termasuk ke dalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma,
sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan neutron.
Karakteristik dan Jenis dari Radiasi
Ionisasi
Beberapa
jenis radiasi memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi partikel. Secara
umum, hal ini melibatkan sebuah elektron yang 'terlempar' dari cangkang atom elektron, yang akan memberikan
muatan (positif). Hal ini sering mengganggu dalam sistem biologi, dan dapat menyebabkan mutasi dan kanker.
a. Karakteristik
Sinar Alpha
· Mempunyai
inti atom helium yang bermuatan positif 2 dan mempunyai berat massa 4 sma.
Sinar alpha mempunyai 2 neutron dan 2 proton yang membentuk 4 nukleon
· Jika
sinar alpha dibelokkan melewati medan magnetik akan bermuatan positif
· Mempengaruhi
plat dotografi dan menyebabkan fluorensi pada bahan fluorescent
· Sinar
alpha akan terjadi perpindahan energi jika mengenai suatu materi
· Memiliki
daya tembus kecil (daya jangkau 2,8 – 8,5 cm dalam udara)
· Dapat
mengionsasi molekul yang dilaluinya
· Memiliki energi kinetik yang besar.
· Sinar
alfa ini dapat menyebabkan satu atau lebih elektron suatu molekul lepas,
sehingga molekul berubah menjadi ion (ion positif dan elektron) per cm bila
melewati udara, dalam medan listrik
dapat dibelokkan ke arah kutub negative
· Partikel-partikel
alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 – 10
persen kecepatan cahaya.
· Efektif
memproduksi pasangan ion (di udara memproduksi 30.000-100.000 pasangan ion)
radiasi dari luar tubuh tidak bisa menembus kulit, tapi bila emisinya masuk
dalam tubuh & memproduksi banyak pasangan ion dapat menyebabkan kerusakan
lokal di kulit.
b. Karakteristik
Sinar Betha
· Radiasi
sinar beta mempunyai muatan negatif 1 yang kecepatan perambatannya menyamai
kecepatan cahaya.
· Jika
sinar beta dibelokkan melewati medan magnetik akan bermuatan negatif.
· Daya
ionisasinya lebih lemah dari sinar alfa, memproduksi 200 ion radiasi yang dapat
menembus beberapa cm dari jaringan otot.
· Bermassa
sangat kecil, yaitu 5,5 x 10-4 satuan massa atom atau amu, diberi simbol beta
atau e.
· Memiliki
daya tembus yang jauh lebih besar daripada sinar alfa (dapat menembus lempeng
timbel setebal 1 mm).
c. Karakteristik
Sinar Gamma
· Mempunyai
kekuatan penetrasi yang paling kuat dibandingkan sinar radiasi alpha dan beta (dapat
menembus lempeng timbel setebal 20 cm)
· Daya
ionisasinya paling lemah
· Sinar
gamma tidak mempunyai massa dan muatan karena panjang gelombangnya sangat
pendek
· Terdifraksi
oleh Kristal
· Dapat
dengan mudah melewati tubuh manusia dan menyebabkan kerusakan biologis yang
besar
· Kecepatan
sinar gamma sama dengan kecepatan cahaya
· Tidak
terpengaruh oleh medan listrik maupun medan magnet.
d.
Karakteristik
Partikel Neutron
Neutron
merupakan salah satu bentuk dari partikel subatomik yang diklasifikasikan
kedalam baryon dimana komposisinya terdiri dari satu (1) up quark dan dua (2)
down quark. Statistik perilakunya ini termasuk kedalam fermion dan neutron
menjadi agen yang sangat penting dalam pengembangan Nuklir.
Neutron
hanya dapat berinteraksi dengan gaya gravitasi , gaya lemah dan gaya kuat. Ia
juga mempunya massa 1,67492729 x 10-27 Kg = 939,565560 MeV = 1,0086649156 u
dengan waktu paruh ± 10 menit. Neutron ini mempunyai anti partikel yang disebut
antineutron.
Adapun
yang membedakan neutron dengan partikel subatomik lainnya adalah neutron ini
tidak bermuatan (netral). Neutron yang terikat dalam inti stabil adalah stabil,
Namun ada juga yang dikatakan sebagai neutron bebas dimana neutron ini tidak
stabil. Karakteristiknya dapat dijelaskan sebagai berikut:
· Diemisi
dari beberapa energi
· Mempunyai
daya penetrasi
· Tidak
dapat memproduksi pasangan ion di udara atau di jaringan karena tidak bermuatan
· Efek
ionisasinya disebut secondary emmisions
e. Karakteristik
Sinar-X
Sinar–X
adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 10-8 -10-12 m
dan frekuensi sekitar 1016 -1021 Hz. Mempunyai
daya tembus yang tinggi Sinar X dapat menembus bahan dengan daya tembus yang
sangat besar, dan digunakan dalam proses radiografi. Mempunyai panjang
gelombang yang pendek Yaitu : 1/10.000 panjang gelombang yang kelihatan.
Mempunyai
efek fotografi. Sinar X dapat menghitamkan emulsi film setelah diproses di kamar
gelap. Mempunyai sifat berionisasi, efek primer sinar X apabila mengenai suatu
bahan atau zat akan menimbulkan ionisasi partikel-partikel bahan zat tersebut.
Mempunyai efek biologi, sinar X akan menimbulkan perubahan-perubahan biologi
pada jaringan. Efek biologi ini digunakan dalam pengobatan radioterapi.
f. Karakteristik
Sinar Kosmik
Sinar
kosmik adalah radiasi dari partikel bermuatan berenergi tinggi yang
berasal dari luar atmosfer Bumi. Sinar kosmik dapat berupa elektron, proton dan
bahkan inti atom seperti besi atau yang lebih berat lagi. Kebanyakan
partikel-partikel tersebut berasal dari proses-proses energi tinggi di dalam
galaksi, misalnya seperti supernova.
Dalam
perjalanannya, sinar kosmik berinteraksi dengan medium antarbintang dan
kemudian atmosfer bumi sebelum mencapai detektor. Hampir 90% sinar kosmik yang
tiba di permukaan Bumi adalah proton, sekitar 9% partikel alfa dan 1% elektron.
Sinar
kosmik dapat memiliki energi lebih dari 1020 eV, jauh lebih tinggi dari
1012-1013 eV bahwa akselerator partikel Terestrial dapat menghasilkan. Sinar
kosmik yang diperkaya dengan lithium, berilium, dan boron berkaitan dengan
kelimpahan relatif dari unsur-unsur di alam semesta dibandingkan dengan
hidrogen dan helium.
Karena
intensitas sinar kosmik jauh lebih besar di luar atmosfer bumi dan medan
magnet, diharapkan memiliki dampak besar pada desain pesawat ruang angkasa yang
aman dapat mengangkut manusia dalam ruang antarplanet.
Sumber radiasi
Berdasarkan asalnya sumber radiasi pengion dapat dibedakan menjadi dua
yaitu sumber radiasi alam yang sudah ada di alam ini sejak terbentuknya, dan
sumber radiasi buatan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai tujuan.
A. Sumber Radiasi Alam
Radiasi yang dipancarkan oleh sumber radiasi alam disebut juga sebagai
radiasi latar belakang. Radiasi ini setiap harinya memajan manusia dan
merupakan radiasi terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di
tempat yang menggunakan radioaktif atau yang tidak menerima radiasi berkaitan
dengan kedokteran atau kesehatan. Radiasi latar belakang yang diterima oleh
seseorang dapat berasal dari tiga sumber utama yaitu :
·
Sumber Radiasi Kosmis
Radiasi kosmis berasal dari angkasa luar, sebagian berasal dari ruang antar
bintang dan matahari. Radiasi ini terdiri dari partikel dan sinar yang
berenergi tinggi dan berinteraksi dengan inti atom stabil di atmosfir membentuk
inti radioaktif seperti Carbon -14, Helium-3, Natrium -22, dan Be-7. Atmosfir
bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Tingkat
radiasi dari sumber kosmik ini bergantung kepada ketinggian, yaitu radiasi yang
diterima akan semakin besar apabila posisinya semakin tinggi. Tingkat radiasi
yang diterima seseorang juga tergantung pada letak geografisnya.
·
Sumber Radiasi Terestrial
Radiasi terestrial secara natural dipancarkan oleh radionuklida di dalam
kerak bumi. Radiasi ini dipancarkan oleh radionuklida yang disebut primordial
yang ada sejak terbentuknya bumi. Radionuklida yang ada dalam kerak bumi
terutama adalah deret Uranium, yaitu peluruhan berantai mulai dari Uranium-238,
Plumbum-206, deret Actinium (U-235, Pb-207) dan deret Thorium (Th-232, Pb-208).
Radiasi teresterial terbesar yang diterima manusia berasal dari Radon
(R-222) dan Thoron (Ra-220) karena dua radionuklida ini berbentuk gas sehingga
bisa menyebar kemana-mana.
Tingkat radiasi yang diterima seseorang dari radiasi teresterial ini
berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain bergantung pada konsentrasi sumber
radiasi di dalam kerak bumi. Beberapa tempat di bumi yang memiliki tingkat
radiasi diatas rata-rata misalnya Pocos de Caldas dan Guarapari di Brazil,
Kerala dan Tamil Nadu di India, dan Ramsar di Iran.
·
Sumber Radiasi Internal
Yang Berasal Dari Dalam Tubuh Sendiri
Sumber radiasi ini ada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan, dan bisa
juga masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, pernafasan, atau luka.
Radiasi internal ini terutama diterima dari radionuklida C-14, H-3, K-40,
Radon, selain itu masih ada sumber lain seperti Pb-210, Po-210, yang banyak
berasal dari ikan dan kerang-kerangan. Buah-buahan biasanya mengandung unsur
K-40.
B. Sumber Radiasi Buatan
Sumber radiasi buatan telah diproduksi sejak abad ke 20, dengan
ditemuk-annya sinar-X oleh WC Rontgen. Saat ini sudah banyak sekali jenis dari
sumber radiasi buatan baik yang berupa zat radioaktif dan sumber pembangkit
radiasi (pesawat sinar-X dan akselerator).
a.
Zat Radioaktif
Materi yang mengandung inti
tak-stabil yang memancarkan radiasi, disebut zat radioaktif. Radioaktif
dapat dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti antara nuklida yang tidak
radioaktif dengan neutron atau biasa disebut sebagai reaksi fisi di dalam
reactor atom. Radionuklida buatan ini bisa memancarkan radiasi alpha, beta,
gamma dan neutron.
b.
Pesawat Sinar-X
Pesawat sinar-x adalah pesawat yang
menghasilkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi (sinar-x) untuk
digunakan dalam diagnostik atau terapi.
Sumber tegangan tinggi pada gambar
dihasilkan oleh sebuah trafo tengangan tinggi ke tingkat 20 – 200
kV. Tegangan tinggi kemudian disearahkan dan dihubungkan ke tabung
sinar-x yang akan melewatkan arus konvensional hanya dalam satu arah dari anoda
ke katoda.
Produksi sinar-x oleh anoda merupakan
radiasi bremsstrahlung yang terdiri dari sebaran frekuensi. Sinar-x
dengan frekuensi rendah tidak memiliki kontribusi yang berarti dalam data
diagnostik tetapi akan meningkatkan dosis yang diterima pasien. Untuk
mereduksi sinar-x frekuensi rendah digunakan filter aluminium sedangkan
kolimator digunakan untuk membatasi luas paparan radiasi sinar-x
c.
Akselerator
Akselerator adalah alat yang dipakai
untuk mempercepat gerak partikel bermuatan seperti elektron, proton, inti-inti
ringan, dan inti atom lainnya. Mempercepat gerak pertikel bertujuan agar
pertikel tersebut bergerak dengan cepat sehingga memiliki energi kinetik yang
sangat tinggi. Untuk mempercepat gerak partikel ini diperlukan medan listrik
ataupun medan magnet.
Dampak Kesehatan dan
Lingkungan oleh Radiasi Ionizing
Sel dalam tubuh manusia terdiri dari sel
genetic dan sel somatic. Sel genetic adalah sel telur pada perempuan dan sel
sperma pada laki-laki, sedangkan sel somatic adalah sel-sel lainnya yang ada
dalam tubuh. Berdasarkan jenis sel, maka efek radiasi dapat dibedakan atas efek
genetik dan efek somatik.
Bila ditinjau dari dosis radiasi (untuk
kepentingan proteksi radiasi), efek radiasi dibedakan atas efek deterministik
dan efek stokastik. Efek deterministik adalah efek yang disebabkan karena
kematian sel akibat paparan radiasi, sedangkan efek stokastik adalah efek yang
terjadi sebagai akibat paparan radiasi dengan dosis yang menyebabkan terjadinya
perubahan pada sel.
Paparan radiasi dosis rendah dapat
menigkatkan resiko kanker dan efek pewarisan yang secara statistik dapat
dideteksi pada suatu populasi, namun tidak secara serta merta terkait dengan
paparan individu.
1. Sistem
Pembentukan darah
Sumsum
tulang adalah organ sasaran dari sistem pembentukan darah karena pajanan
radiasi dosis tinggi akan mengakibatkan kematian dalam waktu beberapa minggu.
Hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan jumlah sel basal pada sumsum
tulang secara tajam.
2. Kulit
Efek
deterministik pada kulit bervariasi dengan besarnya dosis. Pajanan radiasi
sekitar2-3 Gy dapat menimbulkan efek kemerahan (eritema) sementara yang timbul
dalam waktubeberapa jam. Dosis sekitar 3 – 8 Gy menyebabkan terjadinya
kerontokan rambut (epilasi) dan pengelupasan kering (deskuamasi kering) dalam
waktu 3 – 6 minggu setelah pajananradiasi. Pada dosis yang lebih tinggi, 12 –
20 Gy, akan mengakibatkan terjadinyapengelupasan kulit disertai dengan
pelepuhan dan bernanah (blister) serta peradangan akibat infeksi pada lapisan
dalam kulit (dermis) sekitar 4 – 6 minggu kemudian.
3. Mata
Lensa
mata merupakan bagian dari struktur mata yang paling sensitif terhadap radiasi.
Terjadinya kekeruhan atau hilangnya sifat transparansi lensa mata sudah mulai
dapatdideteksi setelah pajanan radiasi yang relatif rendah yaitu sekitar 0,5 Gy
dan bersifatakumulatif.
4. Organ
reproduksi
Efek
deterministik pada organ reproduksi atau gonad adalah sterilitas atau
kemandulan.Pajanan radiasi pada testis akan mengganggu proses pembentukan sel
sperma yang akhirnyaakan mempengaruhi jumlah sel sperma yang akan dihasilkan.
Pengaruh radiasi pada sel telursangat bergantung pada usia. Semakin tua usia,
semakin sensitif terhadap radiasi karenasemakin sedikit sel telur yang masih
tersisa dalam ovarium. Selain sterilitas, radiasi dapat menyebabkan menopuse
dini sebagai akibat dari gangguan hormonal sistem reproduksi.
5. Paru-paru
Efek
deterministik berupa pneumonitis biasanya mulai timbul setelah beberapa minggu
atau bulan. Efek stokastik berupa kanker paru-paru.
6. Sistem
Pencernaan
Bagian
dari sistim ini yang paling sensitif terhadap radiasi adalah usus halus.
Kerusakan pada saluran pencernaan menimbulkan gejala mual, muntah, diare, dan
gangguan sistempencernaan dan penyerapan makanan. Dosis radiasi yang tinggi
dapat mengakibatkankematian karena dehidrasi akibat muntah dan diare yang
parah. Efek stokastik yang timbul berupa kanker pada epitel saluran pencernaan.
7.
Efek pada DNA
Kerusakan pada DNA sebagai akibat radiasi dapat terjadi secara langsung maupun tak
langsung. Kerusakan yang parah adalah
putusnya kedua atau salah satu untai
pasangan DNA yang masing-masing dikenal sebagai
double strand breaks atau
single strand break, serta
clustered damage sebagai gabungan dari
semua kerusakan yang berada pada suatu
tempat yang sama. Selain itu radiasi
juga dapat menyebabkan terjadinya
perubahan struktur molekul gula atau basa, hilangnya gula atau basa dan lainnya.
8.
Efek pada Kromosom
Radiasi dapat menyebabkan terjadinya
perubahan baik pada jumlah maupun pada struktur kromosom yang disebut
dengan aberasi kromosom. Perubahan
jumlah kromosom, misalnya menjadi 47 buah
pada sel somatik yang memungkinkan
timbulnya kelainan genetik. Sedangkan kerusakan struktur kromosom berupa
patahnya lengan kromosom yang terjadi secara
acak dengan peluang yang semakin besar dengan meningkatnya dosis
radiasi.
9.
Efek pada sel
Kerusakan sel
akan mempengaruhi fungsi jaringan atau organ bila jumlah sel yang mati/rusak
dalam jaringan/organ tersebut cukup banyak. Semakin banyak sel yang rusak/mati,
semakin parah perubahan fungsi yang terjadi sampai akhirnya organ tersebut akan
kehilangan kemampuannya untuk menjalankan fungsinya dengan baik sehingga
menimbulkan kerusakan yang dapat diamati secara klinik. Gangguan pada fungsi
jaringan atau organ tubuh ini menimbulkan efek deterministik. Banyaknya sel
yang mengalami kematian akan meningkat dengan meningkatnya dosis radiasi.
Pemanfaatan Radiasi
Ionizing dalam Perkembangan Teknologi
a)
Sinar-X
· Dalam
Ilmu Kesehatan
a. Sinar
x dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang
lain tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien disebut ‘’FOTO
RONTGEN’’.
b. Sinar-X
digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai radiograf. Sinar-X
boleh menembusi badan manusia tetapi diserap oleh bahagian yang lebih tumpat
seperti tulang. Gambar foto sinar-X digunakan untuk mengesan kecacatan tulang,
mengesan tulang yang patah dan menyiasat keadaan organ-organ dalam badan.
c. Sinar-X
digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanker. Hal ini dikenal sebagai
radioterapi.
· Dalam
bidang Perindustrian berfungsi untuk memeriksa retakan dalam struktur plastik
dan getah.
· Dalam
Penyelidikan, sinar-X digunakan untuk menyelidik struktur hablur dan jarak
pemisahan antara atom-atom dalam suatu bahan hablur.
· Dalam
penerbangan, sinar X digunakan untuk mengetahui instrument pesawat yang
mengalami kerusakan. Hasil dari penggunaan sinar X ini memudahkan tehnisi
pesawat untuk melakukan perawatan terhadap instrument pesawat yang mengalami
kerusakan
b)
Sinar Gamma
Sinar gamma merupakan radiasi yang
memiliki energi tinggi sama seperti sinar-X, yang mana dengan energi tinggi
tersebut dapat merusak sel-sel makhluk hidup oleh karena itu tak heran jika
sinar gamma dapat membunuh bakteri. Karena itulah sinar gamma dapat digunakan
untuk :
a. Mensterilisasi
makanan dan minuman
b. Mensterilisasi
peralatan dokter sebelum melakukan operasi.
c. Menyembuhkan
tumor, kanker, dan kelainan lain
Sinar gamma ternyata dapat digunakan
untuk membunuh sel kanker dan tumor serta kelainan lainnya karena sinar gamma
dapat menghancurkan sel-sel tersebut. Terapi ini disebut gamma knife yaitu
suatu metode terapi sinar gamma (radiosurgery) yang digunakan untuk pengobatan
tumor dan kelainan-kelainan lainnya di otak tanpa membuka tulang tengkorak.
Radiasi sinar gamma ini digunakan untuk menghancurkan sel-sel yang sakit
sementara menjaga sel-sel lainnya yang masih sehat.
Manfaat lain sinar gamma, yaitu.
a. Dalam
bidang industri, berfungsi untuk mengetahui struktur logam.
b. Dalam
bidang pertanian, bantuan
dari sinar gamma mampu menjadikan sebuah tanaman tumbuh dan memproduksi
bibit-bibit yang terbilang unggul dan juga mampu membuat waktu panen
berlangsung lebih cepat dibanding tanpa bantuan dari radio isotop. Sebab sinar
gamma digunakan untuk penyinaran dan mengarah pada perubahan bagian kromosom
tanaman atau lebih tepatnya adalah sifat dari kromosom tanaman. Sehingga akan
mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda dari biasanya.
c. Dalam
bidang Teknik nuklir, sinar gamma berfungsi untuk membuat radio isotop.
d. Dalam
bidang farmasi, sinar gamma dapat digunakan untuk mensterilkan alat-alat
kedokteran, sebelum dikemas dan ditutup rapat, misalnya pada proses
sterilisasialat suntik. Sebenarnya sebelum dikemas, alat suntik sudah
disterilkan. Tetapi,pada proses pengemasan masih mungkin terjadi kontaminasi,
sehingga setelah alatsuntik tersebut dikemas dan ditutup rapat perlu dilakukan
sterilisasi ulangdengan menggunakan sinar gamma.
c) Sinar Alfa
Sinar
alfa sebagai sinar utama untuk memunculkan keberadaan dari radio isotop itu
sendiri. Tanpa keberadaan sinar alfa maka tidak akan ada radioisotop di dunia.
Sinar alfa ditembakkan pada inti suatu atom untuk menghasilkan radioisotop
(yang lebih sering digunakan untuk menembak adalah neutron).
d)
Sinar Beta
Sinar
beta menjadi sinar yang bermanfaat untuk mendukung penelitian-penelitian
ekstrim. Para peneliti seperti arkeologi kerap memanfaatkan pancaran sinar beta
untuk menemukan fosil dan juga untuk menentukan sudah berapa lama usia dari
fosil yang ditemukan. Selain itu juga sinar beta dapat digunakan di
pabrik-pabrik yang mengunakan pipa tertimbun di dalam tanah, untuk melihat apakah
ada kebocoran pipa tanpa harus membongkar setiap timbunan pipa yang ada. Sinar
beta juga dapat digunakan untuk mengukur ketebalan kertas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar