Alat-Alat
Optik
Cahaya termasuk dalam gelombang
elektromagnetik. Adakah di antara teman sekelas Anda yang memakai kacamata?
Pernahkah Anda menggunakan mikroskop atau lup saat melakukan percobaan di
laboratorium? Atau pernahkah Anda melihat orang sedang memotret? Alat-alat
yang digunakan dalam kegiatan
tersebut dinamakan alat-alat optik. Alat optik merupakan alat yang bekerja
berdasarkan prinsip cahaya. Alat optik membuat hidup manusia lebih mudah dan
berarti. Anda dapat menikmati keindahan alam semesta, mengabadikan saat-saat
terindah pada lembaran foto, atau bahkan bisa membuat sehelai rambut di kepala
menjadi terlihat sebesar lengan. Pada bab ini Anda akan mempelajari tentang
alat-alat optik. Anda akan diajak menganilis alat-alat optik tersebut secara
kualitatif dan kuantitatif. Anda juga akan diminta mencari dan menerapkan
alat-alat optik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
A. Mata
Setiap manusia memiliki alat optik
tercanggih yang pernah ada, yaitu mata. Mata merupakan bagian dari
pancaindra yang berfungsi untuk melihat. Mata membantu Anda menikmati
keindahan alam, melihat temanteman, mengamati benda-benda di sekeliling, dan
masih banyak lagi yang dapat Anda nikmati melalui mata. Coba bayangkan bila
manusia tidak mempunyai mata atau mata Anda buta, tentu dunia ini terlihat
gelap gulita. Apabila diamati, ternyata mata terdiri atas beberapa bagian yang
masing-masing mempunyai fungsi berbeda-beda tetapi saling mendukung.
Bagian-bagian mata yang penting tersebut, antara lain, kornea,
pupil, iris, aquaeus humour,
otot akomodasi, lensa mata, retina, vitreous humour, bintik
kuning, bintik buta, dan saraf mata.
1. Kornea. Kornea
merupakan bagian luar mata yang tipis, lunak, dan transparan. Kornea
berfungsi menerima dan meneruskan cahaya yang masuk pada mata, serta melindungi
bagian mata yang sensitif di
bawahnya.
2. Pupil. Pupil
merupakan celah sempit berbentuk lingkaran dan berfungsi agar cahaya dapat
masuk ke dalam mata.
3. Iris. Iris adalah
selaput berwarna hitam, biru, atau coklat yang berfungsi untuk mengatur
besar kecilnya pupil. Warna inilah yang Anda lihat sebagai warna mata
seseorang.
4. Aquaeus Humour. Aquaeus
humour merupakan cairan di depan lensa mata untuk membiaskan
cahaya ke dalam mata.
5. Otot Akomodasi. Otot
akomodasi adalah otot yang menempel pada lensa mata dan berfungsi untuk
mengatur tebal dan tipisnya lensa
mata.
6. Lensa Mata. Lensa
mata berbentuk cembung, berserat, elastis, dan bening. Lensa ini berfungsi
untuk membiaskan cahaya dari benda supaya terbentuk bayangan pada retina.
7. Retina. Retina
adalah bagian belakang mata yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya
bayangan.
8. Vitreous Humour. Vitreous
humour adalah cairan di dalam bola mata yang berfungsi untuk
meneruskan cahaya dari lensa ke retina.
9. Bintik Kuning.
Bintik kuning adalah bagian dari retina yang berfungsi sebagai tempat
terbentuknya bayangan yang jelas.
10. Bintik Buta. Bintik
buta adalah bagian dari retina yang apabila bayangan jatuh pada bagian
ini, maka bayangan tampak tidak jelas atau kabur.
11. Saraf Mata. Saraf
mata befungsi untuk meneruskan rangsangan bayangan dari retina menuju ke
otak.
Bagaimana proses terlihatnya suatu
benda oleh mata? Benda yangberada di depan mata memantulkan cahaya. Cahaya
tersebut masuk ke mata melalui pupil yang kemudian akan dibiaskan oleh lensa
mata sehingga terbentuk bayangan pada retina. Oleh saraf, bayangan tadi
diteruskan ke pusat saraf (otak), sehingga Anda terkesan melihat benda.
1. Daya Akomodasi Mata
Bola mata Anda bentuknya tetap,
sehingga jarak lensa mata ke retina juga tetap. Hal ini berarti jarak bayangan
yang dibentuk lensa mata selalu tetap, padahal jarak benda yang Anda lihat
berbeda. Bagaimana supaya Anda tetap dapat melihat benda dengan jarak bayangan
yang terbentuk tetap, meskipun jarak benda yang dilihat berubah? Tentu Anda
harus mengubah jarak fokus lensa mata, dengan cara mengubah kecembungan lensa
mata. Hal inilah yang menyebabkan Anda bisa melihat benda yang memiliki jarak
berbeda tanpa mengalami kesulitan. Kemampuan ini merupakan karunia Tuhan yang
sampai sekarang manusia belum bisa menirunya. Lensa mata dapat mencembung atau
pun memipih secara otomatis karena adanya otot akomodasi (otot siliar). Untuk
melihat benda yang letaknya dekat, otot siliar menegang sehingga lensa mata
mencembung dan sebaliknya untuk melihat benda yang letaknya jauh, otot siliar
mengendur (rileks), sehingga lensa mata memipih. Kemampuan otot mata untuk
menebalkan atau memipihkan lensa mata disebut daya akomodasi mata. Agar
benda/objek dapat terlihat jelas, objek harus terletak pada daerah penglihatan
mata, yaitu antara titik dekat dan titik jauh mata. Titikdekat (punctum
proximum = pp) adalah titik terdekat yang masih
dapat dilihat dengan jelas oleh mata (± 25 cm). Pada titik dekat ini lensa
mata akan mencembung maksimal. Titik jauh (punctum remotum = pr)
adalah titik terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata,
jaraknya tak terhingga. Pada titik jauh ini, lensa mata akan memipih maksimal.
2. Cacat Mata
Tidak semua mata manusia dapat
membentuk bayangan tepat pada retina, ada mata yang mengalami anomali. Hal ini
dapat terjadi karena daya akomodasi mata sudah berkurang sehingga titik jauh
atau titik dekat mata sudah bergeser. Keadaan mata yang demikian disebut cacat
mata. Cacat mata yang diderita seseorang dapat disebabkan oleh kerja
mata (kebiasaan mata) yang berlebihan atau cacat sejak lahir.
a. Miopi (Rabun Jauh)
Miopi adalah kondisi mata
yang tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh.
Penderita miopi titik jauhnya lebih
dekat daripada tak terhingga (titik jauh < ~) dan titik dekatnya kurang dari
25 cm. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat dipipihkan sebagaimana
mestinya sehingga bayangan dari benda yang letaknya jauh akan jatuh di depan
retina. Untuk dapat melihat benda-benda yang letaknya jauh agar nampak jelas,
penderita miopi ditolong dengan kaca mata berlensa cekung (negatif). Miopi
dapat terjadi karena mata terlalu sering/terbiasa melihat benda yang dekat.
Cacat mata ini sering dialami tukang jam, tukang las, operator komputer, dan
sebagainya.
b. Hipermetropi
Hipermetropi adalah cacat mata
dimana mata tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya
dekat.
Titik dekatnya lebih
jauh daripada titik dekat mata normal (titik dekat > 25 cm).
Pernahkah anda melihat melihat
orang yang membaca koran dengan letak koran yang agak dijauhkan? Orang
semacam itulah yang dikatakan menderita hipermetropi. Penderita
hipermetropi hanya dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya
jauh sehingga cacat mata ini sering disebut mata terang jauh. Hipermetropi
disebabkan lensa mata terlalu pipih dan sulit dicembungkan sehingga bila
melihat benda-benda yang letaknya dekat, bayangannya jatuh di belakang
retina. Supaya dapat melihat benda-benda yang letaknya dekat dengan jelas,
penderita hipermetropi ditolong dengan kaca mata berlensa cembung
(positif). Hipermetropi dapat terjadi karena mata terlalu sering/terbiasa
melihat benda-benda yang jauh. Cacat mata ini sering dialami oleh orang-orang
yang bekerja sebagai sopir, nahkoda, pilot, masinis, dan sebagainya.
c. Presbiopi (Mata Tua)
Orang-orang yang sudah tua,
biasanya daya akomodasinya sudah berkurang. Pada mata presbiopi, titik dekatnya
lebih jauh daripada titik dekat mata normal (titik dekat > 25 cm) dan titik
jauhnya lebih dekat daripada titik jauh mata normal (titik jauh < ~). Oleh
karena itu, penderita presbiopi tidak dapat melihat benda-benda yang letaknya
dekat maupun jauh. Untuk dapat melihat jauh dengan jelas dan untuk membaca pada
jarak normal, penderita presbiopi dapat ditolong dengan kaca mata berlensa
rangkap (kacamata bifokal). Kacamata bifokal adalah kaca mata yang terdiri atas
dua lensa, yaitu lensa cekung dan lensa cembung. Lensa cekung berfungsi untuk
melihat benda jauh dan lensa cembung untuk melihat benda dekat/membaca.
d. Astigmatisma
Astigmatisma adalah cacat mata
dimana kelengkungan selaput bening atau lensa mata tidak merata sehingga
berkas sinar yang mengenai mata tidak dapat terpusat dengan sempurna.
Cacat mata astigmatisma tidak dapat membedakan garis-garis tegak dengan
garis-garis mendatar secara bersama-sama. Cacat mata ini dapat ditolong
dengan kaca mata berlensa silinder.
3. Tipuan Mata
Selain memiliki banyak keunggulan,
mata manusia juga memiliki beberapa keterbatasan. Oleh karena itu, dalam
pengamatan dan pengukuran, mata tidak selalu memberikan hal-hal yang benar.
B. Lup (Kaca Pembesar)
Lup atau kaca pembesar adalah alat
optik yang terdiri atas sebuah lensa cembung. Lup digunakan untuk melihat
benda-benda kecil agar nampak lebih besar dan jelas. Ada 2 cara dalam
menggunakan lup, yaitu dengan mata berakomodasi dan dengan mata tak
berakomodasi. Pada saat mata belum menggunakan lup, benda tampak jelas
bila diletakkan pada titik dekat pengamat (s = sn) sehingga mata
melihat benda dengan sudut pandang. Karena sudut pandang mata menjadi
lebih besar, maka mata pengamat berakomodasi maksimum. Menggunakan
lup untuk mengamati benda dengan mata berakomodasi maksimum cepat menimbulkan
lelah. Oleh karena itu, pengamatan dengan menggunakan lup sebaiknya dilakukan
dengan mata tak berakomodasi (mata dalam keadaan rileks). Menggunakan lup
dengan mata tak berakomodasi dapat diperoleh bila benda diletakkan pada titik
fokus lup (s = f).
C. Kamera
Kamera adalah alat yang
digunakan untuk menghasilkan bayangan fotografi pada film negatif.
Pernahkah Anda menggunakan kamera?
Biasanya Anda menggunakan kamera untuk mengabadikan kejadian-kejadian penting.
Kamera terdiri atas beberapa
bagian, antaralain, sebagai berikut.
1. Lensa cembung, berfungsi untuk
membiaskancahaya yang masuk sehingga terbentuk bayangan yang nyata, terbalik,
dan diperkecil.
2. Diafragma, adalah lubang kecil
yang dapat diatur lebarnya dan berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang
masuk melalui lensa.
3. Apertur, berfungsi untuk
mengatur besar-kecilnya diafragma.
4. Pelat film, berfungsi sebagai
tempat bayangan dan menghasilkan gambar negatif, yaitu gambar yang berwarna
tidak sama dengan aslinya, tembus cahaya.
D. Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang
digunakan untuk melihat benda-benda kecil agar tampak jelas dan besar. Mikroskop terdiri atas dua buah
lensa cembung. Lensa yang dekat dengan benda yang diamati (objek)
disebut lensa objektif dan lensa yang dekat dengan pengamat disebut lensa
okuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa disebut mikroskop cahaya
lensa ganda. Karena mikroskop terdiri atas dua lensa positif, maka
lensa objektifnya dibuat lebih kuat daripada lensa okuler (fokus lensa objektif
lebih pendek daripada fokus lensa okuler). Hal ini dimaksudkan
agar benda yang diamati kelihatan sangat besar dan mikroskop dapat
dibuat lebih praktis (lebih pendek). Benda yang akan amati
diletakkan pada sebuah kaca preparat di depan lensa objektif dan
berada di ruang II lensa objektif (fobj < s <
2 fobj). Hal ini menyebabkan bayangan yang terbentuk bersifat
nyata, terbalik dan diperbesar. Bayangan yang dibentuk lensa objektif
merupakan benda bagi lensa okuler. Untuk memperoleh bayangan yang jelas,
Anda dapat menggeser lensa okuler dengan memutar tombol pengatur. Supaya
bayangan terlihat terang, di bawah objek diletakkan sebuah cermin cekung
yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya dan diarahkan pada objek. Ada dua
cara dalam
menggunakan mikroskop, yaitu dengan
mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tak berakomodasi.
1. Penggunaan Mikroskop dengan Mata
Berakomodasi
Maksimum
Pada mikroskop, lensa okuler
berfungsi sebagai lup. Pengamatan dengan mata berakomodasi maksimum menyebabkan
bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif harus terletak di ruang I lensa
okuler (di antara Ook dan fok ). Hal ini
bertujuan agar bayangan akhir yang dibentuk lensa okuler tepat
pada titik dekat mata
pengamat.
2. Penggunaan Mikroskop pada Mata
Tak Berakomodasi
Agar mata pengamat dalam
menggunakan mikroskop tidak berakomodasi, maka lensa okuler harus
diatur/digeser supaya bayangan yang diambil oleh lensa objektif tepat jatuh
pada fokus lensa okuler. Lukisan
bayangan untuk mata tak
berakomodasi dapat dilihat pada sifat-sifat bayangan yang terbentuk
pada mikroskop sebagai berikut.
1. Bayangan yang dibentuk lensa
objektif adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.
2. Bayangan yang dibentuk lensa
okuler adalah maya, tegak, dan diperbesar.
3. Bayangan yang dibentuk mikroskop
adalah maya, terbalik, dan diperbesar terhadap bendanya.
Antoni Van Leeuwenhoek (1632 - 1723)
Leuweenhoek adalah seorang ahli
fisika dan biologi, pelopor riset mikroskopik yang dilahirkan di Delf, Belanda.
Pada usia 21 tahun ia membuka toko kain dan mulai menggunakan kaca pembesar
sederhana buatannya sendiri untuk memeriksa kualitas kainnya. Mikroskop
Leuweenhoek tidak lebih besar daripada ibu jari. Mikroskop tersebut terbuat
dari logam, lensa tunggalnya mempunyai tebal kira-kira 1 milimeter dan panjang
fokusnya begitu pendek sehingga dalam menggunakannya harus dipegang dekat
sekali dengan mata. Pertama kali Leuweenhoek membuat mikroskop hanya sebagai
hobi. Pada tahun 1974, Leuweenhoek menemukan hewan-hewan bersel satu, yaitu
protozoa. Ia katakan bahwa setetes air bisa menjadi rumah satu juta hewan-hewan
kecil tersebut. Leuweenhoek hidup dalam ketenaran, ia dikunjungi raja-raja pada
saat itu. Menjelang kematiannya pada usia 90 tahun, ia telah membuat lebih dari
400 mikroskop.
(Dikutip seperlunya dari 100 Ilmuwan, John Hudson Tiner, 2005)
E. Teropong
Teropong atau teleskop adalah
alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh agar tampak lebih
jelas dan dekat. Ditinjau
dari objeknya, teropong dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bintang
dan teropong medan.
Sumber: Jendela Iptek
1. Teropong Bintang
Teropong bintang adalah
teropong yang digunakan untuk melihat atau mengamati
benda-benda langit, seperti bintang, planet, dan satelit. Nama lain teropong bintang adalah teropong
astronomi. Ditinjau dari jalannya sinar, teropong bintang
dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bias dan teropong pantul.
a. Teropong Bias
Teropong bias terdiri atas dua
lensa cembung, yaitu sebagai lensa objektif dan okuler. Sinar yang masuk ke dalam teropong dibiaskan oleh
lensa. Oleh karena itu, teropong ini disebut teropong bias. Benda
yang diamati terletak di titik jauh tak hingga, sehingga bayangan yang
dibentuk oleh lensa objektif tepat berada pada titik fokusnya. Bayangan
yang dibentuk lensa objektif merupakan benda bagi lensa okuler. Lensa
okuler berfungsi sebagai lup. Lensa objektif mempunyai fokus lebih panjang
daripada lensa okuler (lensa okuler lebih kuat daripada lensa objektif).
Hal ini dimaksudkan agar diperoleh bayangan yang jelas dan besar. Bayangan
yang dibentuk oleh lensa objektif selalu bersifat nyata, terbalik, dan
diperkecil. Bayangan yang dibentuk lensa okuler bersifat maya, terbalik,
dan diperkecil terhadap benda yang diamati. Seperti pada mikroskop,
teropong bintang juga dapat digunakan dengan mata berakomodasi maksimum
dan dengan mata tak berakomodasi.
b. Teropong Pantul
Karena jalannya sinar di dalam
teropong dengan cara memantul maka teropong ini dinamakan teropong
pantul. Pada teropong pantul, cahaya yang datang dikumpulkan oleh
sebuah cermin melengkung yang besar. Cahaya tersebut kemudian dipantulkan ke
mata pengamat oleh satu atau lebih cermin yang lebih kecil.
2. Teropong Medan (Teropong Bumi)
Teropong medan digunakan untuk
mengamati benda-benda yang jauh di permukaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa
cembung, masing-masing sebagai lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa
okuler. Lensa pembalik hanya untuk membalikkan bayangan yang dibentuk
lensa objektif, tidak untuk memperbesar bayangan. Lensa okuler
berfungsi sebagai lup. Karena lensa pembalik hanya untuk membalikkan
bayangan, maka bayangan yang dibentuk lensa objektif harus terletak pada
titik pusat kelengkungan lensa pembalik. Lensa okuler juga dibuat lebih
kuat daripada lensa objektif. Teropong bumi atau medan sebenarnya sama
dengan teropong bintang yang dilengkapi dengan lensa pembalik. Pembentukan
bayangan pada teropong bumi dapat dilihat pada Sifat bayangan yang
dibentuk maya, tegak, dan diperbesar daripada bayangan yang dibentuk
lensa objektif. Teropong ini sering disebut teropong panggung atau teropong
Belanda atau teropong Galileo. Teropong bumi dan
teropong panggung memang tidak bisa dibuat praktis. Untuk itu, dibuat
teropong lain yang fungsinya sama tetapi sangat praktis, yaitu teropong
prisma. Disebut teropong prisma karena pada teropong ini digunakan dua
prisma yang didekatkan bersilangan antara lensa objektif dan lensa okuler
sehingga bayangan akhir yang dibentuk bersifat maya, tegak, dan
diperbesar.
F. Periskop
Periskop adalah teropong pada
kapal selam yang digunakan untuk mengamati benda-benda di permukaan laut. Periskop terdiri atas 2 lensa cembung dan 2
prisma siku-siku sama kaki. Jalannya sinar pada periskop
adalah sebagai berikut.
1. Sinar sejajar dari benda yang
jauh menuju ke lensa obyektif.
2. Prisma P1 memantulkan
sinar dari lensa objektif menuju ke prisma P2.
3. Oleh prisma P2 sinar
tersebut dipantulkan lagi dan bersilangan di depan lensa okuler tepat di
titik fokus lensa okuler.
G. Proyektor Slide
Proyektor slide adalah alat
yang digunakan untuk memproyeksikan gambar diapositif sehingga
diperoleh bayangan nyata dan diperbesar pada layar. Bagian-bagian yang penting pada proyektor slide,
antara lain lampu kecil yang memancarkan sinar kuat melalui pusat
kaca, cermin cekung yang berfungsi sebagai reflektor cahaya,
lensa cembung untuk membentuk bayangan pada layar, dan slide atau
gambar diapositif.
1. Bagian-bagian mata adalah
kornea, lensa mata, iris, pupil, aquaeus humour, otot mata
(otot akomodasi), retina, bintik kuning, bintik buta, saraf mata, dan vitreous
humour.
2. Daya akomodasi mata adalah
kemampuan lensa mata untuk menebal atau memipih sesuai dengan jarak benda yang
dilihat.
3. Titik dekat mata (punctum
proximum) adalah titik terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas
oleh mata.
4. Titik jauh mata (punctum
remotum) adalah titik terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas
oleh mata.
5. Mata normal mempunyai titik
dekat 25 cm dan titik jauhnya tak terhingga (~).
6. Bayangan benda yang dibentuk
oleh lensa berada di retina dengan sifat-sifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
7. Jenis-jenis cacat mata, antara
lain, miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), presbiopi (mata tua), dan
astigmatisma.
8. Lup (kaca pembesar) adalah
sebuah lensa positif yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil agar
tampak lebih besar.
9. Untuk membentuk bayangan yang
maya, tegak, dan diperbesar, benda diletakkan di ruang I lup.
10. Perbesaran bayangan pada lup
untuk mata berakomodasi maksimum dan mata tak berakomodasi adalah sebagai
berikut.
11. Kamera adalah alat yang
digunakan untuk menghasilkan gambar fotografi.
12. Bagian-bagian kamera, antara
lain, lensa cembung, diafragma, apertur, shutter, dan film.
13. Gambar negatif adalah gambar
yang warnanya tidak sama dengan aslinya dan tembus cahaya.
14. Gambar diapositif adalah gambar
yang warnanya sama dengan aslinya dan tembus cahaya.
15. Gambar positif adalah gambar
yang warnanya sama dengan aslinya dan tidak tembus cahaya.
16. Mikroskop adalah alat optik
yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil.
17. Mikroskop terdiri atas dua
lensa cembung yang masing-masing sebagai lensa objektif dan okuler.
18. Sifat-sifat bayangan yang
dibentuk mikroskop adalah maya, terbalik, dan diperbesar.
19. Teleskop (teropong) adalah alat
optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh agar tampak lebih
dekat dan jelas.
20. Perbesaran bayangan pada
teropong dengan mata berakomodasi maksimum dan mata tak berakomodasi
21. Periskop adalah teropong pada
kapal selam untuk mengamati benda-benda di permukaan laut.
22. Proyektor slide digunakan untuk
membentuk bayangan nyata yang diperbesar pada layar di dalam ruangan yang cukup
gelap dari gambar-gambar diapositif.
Interferensi
Interferensi dapat Anda lihat tidak
saja pada percobaan optikal, tetapi juga pada banyak benda yang lain, baik yang
hidup maupun yang tidak hidup. Misalnya, pada permukaan CD, warna biru pada
sayap kupu-kupu, dan bagian dalam kulit tiram. Interferensi menyebabkan
warna-warni yang paling cemerlang serta pola-pola yang paling rumit di dunia.
Warna-warna interferensi terbentuk melalui cara yang berbeda dengan cara
terbentuknya warna-warna yang dihasilkan pigmen. Di bawah cahaya matahari,
permukaan yang berpigmen, misalnya selembar kertas biru, selalu tampak sama
bagaimanapun Anda melihatnya. Namun, jika Anda melihat gelembung sabun atau
bulu ekor merak, hasilnya menjadi berbeda. Warna-warna yang Anda lihat
tergantung pada sudut pandang Anda melihatnya. Jika kepala Anda gerakkan, warna
akan bertambah atau bahkan hilang sama sekali. Hal ini terjadi karena warna
yang “beraneka ragam” itu dihasilkan oleh bentuk permukaan yang terpisah,
tetapi jaraknya sangat dekat. Tiap-tiap permukaan benda yang mengalami
interferensi memantulkan cahaya
dengan cara yang sama, sehingga berkas-berkas cahaya yang terpantulkan saling
mengganggu.
(Disarikan dari Jendela Iptek,
Cahaya, David Burnie, 2000)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar